Setelah cukup lama memanfatkan transportasi umum Kopaja, ada beberapa hal khusus yang tercatat dalam pikiran, antara lain:
1. Pilih tempat duduk/berdiri di dekat sopir.
Kalau memang memungkinkan, pilih tempat duduk/berdiri yang agak di depan. Penumpang yang berada di belakang rawan sekali menjadi sasaran kejahatan.
Logikanya, sopir itu bertanggungjawab terhadap keselamatan penumpang, copet atau berandalan pasti sedikit banyak juga mempertimbangkan hal itu.
Katakanlah sopirnya tidak peduli, tapi paling tidak ada sekian pasang mata penumpang lain yang sedang melihat ke depan dan membuat copet agak jengah beraksi. Coba, mana ada “mata pengawas” yang “melindungi” jika Anda berada di bangku paling belakang?
2. Pakai earphone, dengarkan musik sambil meningkatkan waspada, jangan tidur.
Kondisikan agar suara musik di telinga menghadang suara dari luar, tapi menciptakan suatu ruang ketenangan bagi mata untuk mengamati situasi, sehingga seolah ada dunia sendiri untuk berpikir dengan bebas. Jadi, bukan sekadar dengar musik lalu terhanyut lupa keadaan.
Mengapa? Karena biasanya komplotan copet beraksi dengan cara mengacaukan perhatian korban. Mulai dari pura-pura mengajak mengobrol, pura-pura salah kenal, sampai membuat suara-suara aneh seperti muntah, atau ekstrimnya mendadak seperti gila dan menggertak dengan suara keras. Jika perhatian korban sudah kacau, maka temannya dengan leluasa akan memainkan jari lihai, lenyaplah dompet atau barang berharga lain.
Jadilah seorang paranoid dalam dunia sendiri, karena kopaja bukan tempat bersosialisasi, ke warung kopi saja kalau mau beramah-tamah.
3. Waspadai penumpang baru yang naik berdua atau bertiga.
Mungkin copet, mungkin bukan, tapi sebaiknya langsung tingkatkan kewaspadaan ke level pamungkas. Waspada dahulu lebih baik daripada menyesal tiada guna nanti.
Tapi bukan berarti harus ada kondisi seperti itu baru waspada, karena siapa tahu copet berdua/bertiga itu sudah menjadi penumpang sebelum Anda.
4. Jaga harta Anda saat turun.
Jepit harta Anda erat-erat, karena pada saat turun itu, mau tak mau perhatian harus tertuju ke tempat Anda mendaratkan kaki, kelengahan sedetik pun bisa menjadi celah bagi copet. Jadi, ingatlah untuk bersikap layaknya naga jahat yang sedang mencengkram erat pundi emas, jaga dompet/tas Anda saat melompat turun.
—————–
Demikian, jika Anda punya saran atau pendapat lain, silakan tinggalkan komentar.

bener banget, kalau naik angkutan umum harus lebih hati2 khususnya naik kopaja