Manusia itu makhluk sosial katanya, oleh karena itu sudah sewajarnya memberikan sesuatu yang berarti bagi masyarakat, misalnya dengan berderma atau bakti sosial istilah canggihnya, membantu orang-orang yang membutuhkan dengan cara kita masing-masing. Mulai dari yang skala pribadi dan sederhana sampai yang sifatnya kelompok dan kolosal, dengan metode yang berbeda-beda pula.
Cara berderma apa yang ada dalam pikiran saya?
Hmm, karena minim materi, mungkin saya cuma bisa berderma dalam bentuk waktu dan tenaga serta mengacu pada kemampuan yang saya miliki, yang oleh orang-orang di sekitar saya disebut-sebut sebagai kekuatan dementor.
Jadi, ANDAI nantinya saya sudah lebih dikenal orang, dan blog ini sudah punya lebih banyak penikmat atau pembencinya, maka saya akan berderma dengan cara menjadi teman mengopi-obrol bagi mereka yang merasa hidupnya terlalu bahagia dan terang sehingga membutuhkan second opinion, istilah komersilnya: “DEMENTING FOR CHARITY OVER A CUP OF COFFEE”.
Teman mabuk-mabukan mudah dicari, tapi teman sepengobrolan kopi itu sangat sulit ditemukan. Bukankah begitu?
Mungkin saya akan bekerjasama dengan kelompok pelindung anak misalnya, bagi yang memerlukan jasa dementing, cukup menunjukkan bukti telah berderma kepada kelompok yang bersangkutan, maka sudah boleh mengatur janji untuk ngobrol di warung kopi.
Topik obrolan boleh macam-macam, silakan saja bicara politik, sara, pornografi (asalkan jangan ditambah colak-colek, karena saya bukan sabun B-29!), dan sebagainya; mau curhat juga oke, mau mengetes juga boleh; cuma jangan heran atau marah kalau misalnya dalam proses mengobrol itu terjadi:
- Saya menangis tersedu-sedu karena kalah debat atau kalah cerdas dengan Anda.
- Anda ilfil, atau saya yang ilfil.
- Dunia Anda mendadak gelap, mungkin karena kesadaran oleh buah mengobrol yang mengakibatkan himpitan kenyataan pahit, atau mungkin juga karena mug kopi di tangan saya telah melayang dan bersarang di jidat Anda.
- Suasana mendadak basi, karena Anda atau saya mendadak mulas ingin beol misalnya, sehingga terjadi ejakulasi dini, bubar sebelum satu cangkir kopi habis.
- Obrolan tidak menyambung, misalnya saya berbahasa Mandarin, sementara Anda berbahasa Sunda halus; atau bisa juga karena Anda berbahasa profesor, sementara saya berbahasa mahasiswa kuper.
- Saya merenggut perangkat BB/iPhone Anda lalu membantingnya, karena Anda ternyata lebih tertarik bermain gadget daripada mengobrol sesuai aturan main.
Nah, nanti saya akan mencari fotografer yang bisa menangkap bayangan terganteng dari sosok saya, plus menulis CV yang paling indah untuk dipampangkan di blog ini, saking indahnya sehingga bahkan sanggup membuat pemberi kerja amal/komersil mana pun menggelepar haru.
Tunggu tanggal mainnya!
Yang penting kan derma!
Supperrr!
Tertarik? Silakan tinggalkan komentar.
