Beberapa hari ini, YM gua menggunakan status message:

Assholes don’t talk, they fart.

Hari ini gua ralat jadi:

Okay okay… Assholes do talk, but still… in fartlish.

Dan si Phoenix High Quality Core dengan nakalnya menambahkan lewat private message:

All I know, asshole stinks.

Hahaha, terlepas dari betapa nggak pentingnya obrolan tentang status message itu, yang jelas sih memang fuckta bahwa banyak assholes di dunia ini.

Literally, masing-masing manusia pastinya punya satu dong, lobang buat keluarin tai gituloh, primal lust. :P

Tapi secara kiasan, ternyata ada asshole laen, itulah mulut yang gak dijaga.

Bagi gua sih, asshole adalah orang-orang yang gemar main generalisasi secara sembarangan.

Misalnya begini:

Jika ada orang Indonesia yang maling di Malaysia, maka kaum assholes pasti menelurkan tudingan bahwa orang Indonesia itu tukang tilep, semua orang Indonesia dipukul rata sebagai maling , DASAR INDON!! Begitulah wujud tai gelontoran  mereka (gak pake tanda kutip). :P

Nah yang begitu tuh yang gua sebut assholes, tapi ya apa boleh buat kalo assholesnya udah berjamaah dan menegara, negara lain pulak.

Emang busuk sih, tapi ternyata ada lagi lho asshole terbusuk segala busuk, itulah asshole lokal yang mahir berkicau di media, tuding kiri-kanan sembarangan, dan hebatnya oleh media malah dicap sebagai PAKAR.

Pakar apaan?

Entahlah.